Bioskop berbisik

Jika kita menonton film di bioskop kita wajib diam bicara ketika film sudah dimulai, diam dalam arti tidak berbicara sama sekali karena akan mengganggu penonton lain dan juga ada peraturan terpampang dilayar bioskop.

Nah, bioskop berbisik adalah kebalikannya karena sebagai penonton kita boleh atau diwajibkan berbicara dengan suara pelan kepada penonton disebelah kita😉

😀😀 itu kenyataan yang saya alami ketika menjadi salah satu relawan di acara bioskop berbisik yang diadakan di Galery Indonesia Kaya tahun lalu, tepatnya 25 April 2015 untuk para sahabat tunanetra. 

 

Dalam rangka menyambut hari Kartini, sahabat tunanetra bekerja sama dengan Kalyana Shira Films, Galeri Indonesia Kaya dan Fency mengadakan acara menonton film karya anak bangsa dengan judul “Tanah Mama”. Para relawan akan dipasangkan dengan seorang tunanetra dan akan membisikan setiap adegan dan alur cerita kepada pasangannya. Ini agar mereka mengerti dan dapat merasakan emosi yang ada di dalam film yang diputar pada saat itu. 

 

Biasanya saya menonton film dengan membaca teks yang tertera pada bagian bawah layar sehingga apabila ada adegan bicara yang tidak dipahami bisa langsung diterjemahkan dan dimengerti secara kasat mata. Untuk para tunanetra, hal ini tidak dapat mereka kerjakan karena penglihatan mereka tidak sempurna. Tugas saya sebagai relawan adalah menceritakan gambar yang ada di layar dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pendengaran serta gambar sesuai .

Pada awalnya, saya merasakan tugas ini cukup mudah. Tetapi lama kelamaan tugas ini lumayan berat. Karena selain saya harus mendengarkan percakapan di film, saya juga harus menceritakan gambar bergerak di layar bioskop. Belum lagi film yang saat itu diputar begitu menyentuh hati saya sebagai perempuan. Resensi film ini bisa dilihat dibeberapa situs website untuk lebih jelasnya.

Campur aduk perasaan hati saya, bersyukur atas nikmat Allah untuk penglihatan….juga bersyukur bahwa kehidupan saya selama ini bahagia dibandingkan dengan apa yang dialami oleh perempuan dalam film tersebut.

Pada akhirnya, saya rasa bukan sahabat tunanetra yang mendapatkan kebahagiaan telah menonton film tersebut tetapi kami, para relawan juga mendapatkan pengalaman bathin yang tidak ternilai. 

 

Klise terdengar, tetapi itu yang saya alami.

Tahun ini bioskop berbisik akan hadir kembali pada tanggal 10 Januari 2016. 

Semoga relawan yang terlibat bisa lebih banyak dan merasakan apa yang saya rasakan tahun lalu…

Selamat menonton, berceritalah dengan berbisik …….

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s