Kuala Lumpur

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3.5jam dari Sri Lanka, tibalah saya di KLIA2 Malaysia untuk kunjungan singkat sebelum kembali kerutinitas di Indonesia ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€

Sebelumnya saya sudah berkunjung ke Melaka, maka kali ini hendak melihat ibukota negara Malaysia sebagai tujuan wisata.

Keluar dari imigrasi bandara, bergegas mencari kereta untuk bertemu Anisa di tempat penginapannya, daerah Petaling. Stasiun tujuan adalah Pasar Seni dan cukup membeli token untuk digunakan naik kereta.

Anisa telah menginap 1 malam di Kuala Lumpur, selanjutnya disebut KL dan bepergian ke tempat wisata . Kami membuat janji untuk pindah lokasi penginapan setelah saya sampai di KL.

Nama penginapannya adalah ย Hostel Mingleย yang saya dapatkan dari airbnb. Tempatnya menarik karena merupakan bangunan tua yang direnovasi untuk penginapan.

Saya sempat mengambil gambar di hostel ini dan makin menarik ketika mendapati pegawai yang melayani sangat ramah ๐Ÿ˜

hostel Mingle KL
hostel Mingle KL
img_2315
hostel Mingle KL

Usai meletakkan barang bawaan, kami melanjutkan tujuan wisata keliling KL dengan menggunakan bis gratis “goKL”. Cukup naik dari halte bis yang terletak tidak jauh dari tempat menginap.

Tujuan pertama adalah KL Tower ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‚


Berlanjut ke Menara Kembar Petronas yang sayangnya terlalu ramai karena menjelang tahun baru Imlek. Dan kami cukup puas melihat suasana taman kota di dekat Menara Kembar Petronas ๐Ÿ˜‰

 


Bersama Anisa, waktu terasa berlalu cepat dan kami harus kembali ke penginapan dengan menggunakan bis karena sudah menjelang senja.

Setelah cukup beristirahat, kami mencoba berkeliling di sekitar penginapan menikmati malam di KL ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง

Kuala Lumpur


Kuala Lumpur


Kuala Lumpur
Kuala Lumpur


Dan diakhiri dengan makan malam di penginapan karena sudah terlalu larut dan lelah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€

Rooftop hostel Mingle, KL

Terbangun dipagi hari untuk bersiap menuju bandara KLIA1 menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan, mengucap syukur karena wisata kali ini lumayan lancar walau sedikit kendala yang membuat kenangan menjadi lebih berwarna.

Next destination is Nepal….. mari menabung dan semoga sehat selalu !

 

Melaka

 

Perjalanan dimulai dengan rute Jkt – Kul – CMB – Kul – Jkt. Rute ini dipilih karena harga tiket yang lumayan murah dibandingkan harus mengambil penerbangan langsung ke Sri Lanka. Dan sengaja saya pilih untuk menginap semalam di KL agar bisa menyempatkan pergi ke kota Melaca sebelum lanjut ke negara tujuan Sri Lanka.

img_2197
hasil pencarian tiket sejak 3 bulan lalu ๐Ÿ˜‰

Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta menuju KLIA1 lancar dan memakan waktu sekitar 2jam saja dengan menggunakan maskapai penerbangan KLM. Maskapai ini dipilih selain waktu penerbangan yang cocok dengan jadwal cuti kantor juga karena lebih murah dibandingkan dengan maskapai lainnya dan mendapatkan makanan dalam penerbangan yang memang saya cari untuk menghemat pengeluaran.

Pengganjal sementara ๐Ÿ˜‹

Tiba di KLIA1, sangat takjub karena bandaranya sangat luas dan agak sukar mencari lokasi lokasi imigrasi walaupun sudah bertanya kepada bagian informasi. Ya sudahlah….. lebih baik mencari tempat beristirahat untuk melepas kantuk karena jam kedatangan sudah menunjukkan pukul 10.30 malam dan saya baru bisa pergi ke Melaka besok pagi dengan menggunakan bis umum. Setelah membaca papan petunjuk soal tempat beristirahat, ditemukanlah lounge Samsung di lantai 2 depan surau untuk melepas lelah. Banyak juga saya lihat orang-orang menunggu di tempat itu untuk sekedar menunggu waktu transit ataupun seperti saya yang beristirahat sampai pagi menjelang. Lumayan ramai dan saya merasa aman untuk tidur sampai pagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ด

Saat pagi datang, saya mencari kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus shalat Subuh sebelum pergi ke tujuan selanjutnya, Melaka. Setelah selesai, bergegas naik kereta ekspress menuju KLIA2 karena lokasi bis ada di sana. Keretanya bagus dan bersih, tidak dipungut biaya alias Gratis …

Menuju kantor imigrasi dan keluar menuju lantai dasar KLIA2 tempat tujuan bis luar kota. Harga tiket menuju Sentral Melaka hanya RM.20.00 dan perjalanan memakan waktu 2jam dengan menggunakan bis yang telah ditunjuk. Tempat tunggu bis cukup bersih dan tidak terlihat calo-calo yang memaksa penumpang untuk membeli tiket, hanya terdapat beberapa orang yang menanyakan tujuan penumpang dan kemudian menunjukan loket tiket masing-masing bis dengan harga tiket serta waktu pemberangkatan tertera di tiap kaca loket penjualan. Rapi dan sangat mengesankan untuk saya.

Saya tertidur sepanjang perjalanan karena lelah dan pemandangan sepanjang jalan hanya jalan tol serta pohon kelapa sawit di kiri kanan jalan. Menjelang sampai di Sentral Melaka saya terbangun dan bersiap untuk turun. Sentral Melaka adalah semacam terminal bis pusat kota. Disini bisa dijumpai tujuan luar kota yang bisa dicapai dengan menggunakan bis umum, seperti tujuan Seremban, Penang, Kinibalu dan lainnya. sedangkan untuk tujuan domestik dilayani oleh bis Panorama dengan nomor bis pada bagian depan.

Karena tujuan saya adalah kota Melaka, maka saya menggunakan bis Panorama no. 17 dan membayar RM.2 dengan pemberhentian Red Square. Sepanjang perjalanan saya banyak melihat aktifitas warga kota di pagi hari karena hari itu bukan hari libur. Jalanan cukup ramai walau tidak sampai macet sekali. Di dalam bis tidak ada kondektur, jadi setiap penumpang langsung membayar kepada supir dan dia akan memberikan karcis sebagai tanda pembayaran. Tertib dan tidak ada yang menggerutu jika harus lama menunggu penumpang selesai membayar karcis.

Sampailah saya di Red Square setelah perjalanan selama 1 jam. Hahahaha baru paham kenapa dinamakan Red Square, karena gedung-gedung di sekitar jalan tersebut dicat warna merah terakota. Dimulai dari jam besar, kolam dengan air mancurnya, gedung pemerintahan, museum muda sampai dengan gereja katolik semua berwarna merah terakota.

 

Clock Tower Melaka
pusat kota Melaka
becak hias untuk berkeliling kota Melaka
img_2233
Muzium Belia, Melaka Malaysia
gereja katolik Melaka
sungai yang membelah kota Melaka

 

img_2220
mesjid di Jalan Kling, Melaka
Melaka
img_2228
sewa sepeda keliling Melaka
img_2229
Melaka

Puas berkeliling Melaka, saya menunggu bis untuk kembali ke Terminal Sentral Melaka karena jadwal penerbangan ke Sri Lanka pada malam hari 09.00 dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menuju KLIA2. Bis yang ditunggu tidak kunjung datang dan saya mulai was-was melihat waktu berjalan. Hampir 1,5 jam kemudian bis baru datang dan segera saya naik dengan hanya cukup membayar RM1.50

Tiba di Terminal Sentral Melaka, tidak ada bis yang langsung berangkat dan harus menunggu jadwal selanjutnya..๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜“

Mulailah jantung berdebar kencang karena jika tidak tiba di KLIA2 tepat waktu, maka jadwal keberangkatan ke Sri Lanka terancam gagal. Setibanya bis di terminal, saya mulai berdoa dalam hati agar jalanan tidak macet dan bisa sampai di bandara sesegera mungkin ๐Ÿ˜‡

Pfuihhh………….. ย ๐Ÿ˜–๐Ÿ˜ฐ ย hanya bersisa waktu 50menit sebelum pesawat berangkat. Lari secepat yang dimungkinkan untuk menuju loket penukaran e-tiket dengan boarding pass dan nyaris ditolak karena waktunya sudah mepet walau akhirnya saya bisa berangkat dengan segala drama yang bisa dibaca di blog saya dengan judul Sri Lanka.

Bye Malaysia and welcome Sri Lanka ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Omamuri

ใŠใฏใ‚ˆใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™….selamat pagi …. good morning

Bermula dari pekerjaan sejak awal tahun lalu yang mengharuskan berhubungan dengan klien dari negara matahari terbit, maka mau tidak mau harus belajar kebiasaan mereka agar bisa beradaptasi ๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ˜Š

Setiap klien datang berkunjung ke negara saya, mereka selalu membawa hadiah kecil untuk saya sebagai ucapan terima kasih. Terkadang kue-kue kecil dalam kaleng lucu, coklat, dan yang paling terbaru yaitu omamuri.

Omamuri berasal dari kata mamoru “ๅฎˆใ‚‹” yang artinya melindungi atau memberi perlindungan. Biasanya omamoriย ย dibuat dari kain yang dijahit dengan bentuk kotak, memiliki tali yang berfungsi sebagai pengait dan memiliki aksara berisi doa dari dewa tempat omamuri berasal.

Omamuri ini diberikan oleh Ichihara-san dan berasal dariย Kuil Koami, Tokyo. Lokasi kuil ini dekat dengan kantor kerja dia, jadi mudah untuk dicapai jika tahun depan harus kembali lagi katanya ๐Ÿ˜Š

Yaku Yoke ๅŽ„้™ค

Kotsu Anzan ไบค้€šๅฎ‰ๅ…จ

Omamuri dari kuil Kaomi akan berbeda dengan kuil lainnya, karena setiap kuil mempunyai dewa tersendiri yang akan memberikan perlindungan pada setiap omamuri yang ada.

Kuil Kaomi
Kuil Kaomi

Kuil Kaomi atau biasa disebut Koami Jinja adalah kuil Shinto. Shinto adalah agama mayoritas di Jepang, walaupun ada juga omamuri yang ย dapat dibeli di kuil Budha. Koami Jinja mempunya dewi pelindung, Benzaiten yang merupakan dewi seni dan kesehatan. Jadi setiap omamuri dari Koami Jinja sudah diberkati oleh Benzaiten sebelum dibawa pulang oleh para pengunjung kuil.

Yang saya baca dari wikipedia, jenis omamuri banyak sekali dan karena saya hanya meminta perlindungan yang umum saja, maka 2 omamuri iniย  sudah mewakili,

  • Yaku Yoke ๅŽ„้™คย ย ย ย  berarti perlindungan dari segala gangguan jahat.
  • Kotsu Anzan ไบค้€šๅฎ‰ๅ…จย  berarti keselamatan dalam perjalanan.

Menurut keterangan yang saya dapat dari Ichihara-san, omamuri tidak boleh dibuka atau akan kehilangan keampuhannya dan hanya dapat bertahan selama 1 tahun. Tahun berikutnya, omamuri harus dikembalikan untuk dibakar di kuil tempat dia berasal dan diganti dengan yang baru.

Omamuri dapat digantung pada tas, dompet ataupun kaca spion mobil sesuai dengan jenis omamuri itu sendiri.

Lepas dari masalah percaya atau tidak, saya menganggap omamuri ini adalah doa dari seorang teman untuk keselamatan saya. Setiap doa yang diucapkan adalah berkah yang harus disyukuri.

Domo arigato ใฉใ†ใ‚‚ ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†, Ichihara-san ๐Ÿ˜

Colombo

Good morning,

terbangun karena bunyi alarm dari gadget, mengumpulkan jiwa serta raga. Dengan takjub memandang dari jendela kamar hotel Mirage dan mengucap syukur kalau saya selamat sampai di LK tanpa kendala (walau nyaris tidak bisa berangkat dari KLIA2 ). Bergegas untuk menjumpai teman seperjalanan, JK yang akan tiba beberapa saat lagi.

JK adalah teman virtual saya yang telah berkawan dalam jangka waktu cukup lama. Dia akan transit perjalanan dari Qatar menuju kampung halamanya di Kerala. Dan sesuai dengan waktu yang telah disepakati, dia datang dan kami merencanakan untuk sarapan bersama sebelum memulai eksplorasi kota Colombo. Menu sarapan pagi terdiri makanan lokal LK dan beberapa makanan barat. Karena sudah terbiasa untuk mencoba masakan lokal jika bepergian, maka saya mencoba menu LK dan sungguh lezat walaupun rasa rempah-rempah cukup terasa.

lokasi sarapan pagi di hotel yang bersisian dengan pantai dan rel kereta api

Setelah selesai sarapan, kami merencanakan pergi ke Colombo dengan menggunakan taxi. Hahahaha jangan dibayangkan taxi seperti yang kita lihat di brosur kota besar. Yang dimaksud taxi disini adalah sejenis angkutan bajaj roda 3 dan menggunakan argo layaknya taxi. Pengemudi taxi ramah dan bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Kami diajak berkeliling kota Colombo, dimulai dengan menikmati pantai di Colombo, menikmati bangunan bersejarah yang menjadi ikon kota Colombo, melintasi pasar tempat para penjual dan pembeli berinteraksi, kuil sederhana di sudut jalan serta mencoba memasuki mall yang terkenal di Colombo.

Colombo
salah satu jalan raya Galle, Colombo
 

kuil kecil di sudut jalan
penamaan jalan dalam 3 bahasa

Kota Colombo termasuk bersih, jarang ditemukan tumpukan sampah dipinggir jalan ataupun debu beterbangan walaupun suhu udara cukup lumayan terik.Tidak ditemukan juga pengemis ataupun tukang parkir yang biasa saya temui seperti di negara saya.

Sore menjelang dan kembali ke hotel untuk bersiap-siap menghadiri jamuan makan malam atas undangan Ashraff di restaurant yang terkenal di Colombo, Upali’s by Nawaloka. Ashraff dan istri menjemput di lobby hotel jam 09.00 malam.

http://www.upalis.com/colombo
Restaurant ini sangat terkenal di Colombo, menyajikan masakan asli Sri Lanka dengan konsep modern. Saya mencicipi masakan yang dipilih oleh Ashraff dari mulai makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup sampai rasanya perut penuh. Cita rasa masakan Sri Lanka hampir mirip dengan masakan India yang penuh dengan cita rasa rempah yang saya sukai.

sambol
String hoppers
egg hoppers
wattalappan
Hampir tengah malam saya baru kembali dari makan malam yang menyenangkan, tidak ada interupsi oleh gadget ataupun membicarakan masalah pekerjaan. Sepenuhnya menikmati makan malam bersama dengan teman yang menjadi tuan rumah yang sangat baik dan ramah selama di Colombo. Thanks a lot Ashraff ๐Ÿ˜Šโค

Keesokan pagi adalah hari terakhir di Colombo sebelum bertolak ke Kuala Lumpur. Dan masih ada 1 hari bersama Ashraff untuk mengunjungi pabrik pembuatan kancing. Karena rasanya menyenangkan untuk bisa menambah pengetahuan dalam bidang pekerjaan yang saya tekuni saat ini, maka tawaran dari Ashraff saya terima.

Pabrik cukup jauh lokasinya dari Colombo, dan saya sekaligus keluar dari hotel untuk langsung pergi ke bandara setelah selesai kunjungan dari pabrik kancing. Ashraff meminta saya untuk mampir ke kantornya untuk melihat bisnis yang dia kerjakan selama ini. Berlokasi di tengah kota, saya berkesempatan untuk masuk ke kantornya di M.Y. & Union dan berdiskusi dengan beberapa orang yang selama ini hanya saya kenal melalui surel. Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi pabrik kancing di daerah Dekatana.

Sepanjang perjalanan banyak ditemui penjual kelapa gading untuk diminum. Saya sempat mencicipi dan sangat enak diminum di tengah cuaca yang cukup terik. Kebanyakan penjual kelapa adalalah ibu-ibu yang disebut oleh Amee oleh Ashraff, yang artinya adalah ibu. Sampai di lokasi pabrik kancing, saya diajak berkeliling dan diberikan penjelasan cara proses pembuatan kancing sejak dari pemesanan sampai pengiriman. Sangat menarik dan menambah wawasan pengetahuan.

Jam makan siang di pabrik kancing, lagi-lagi saya dijamu makanan Sri Lanka yang lezat. Dimulai dari nasi yang mirip nasi biryani, kari ayam, buah nanas dan semangka yang merupakan buah yang sering disajikan dalam tiap kesempatan sampai dengan teh susu yang amat sangat saya sukaiiiii…. Pasti berat badan akan bertambah setelah kembali dari Sri Lanka…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜

Setelah selesai, saya kembali ke Colombo dan bersiap-siap diantar ke bandara untuk terbang ke tujuan selanjutnya, Kuala Lumpur.

Terima kasih, Ashraff atas semua keramahtamahan selama saya berada di Sri Lanka. Seperti kata dia, seharusnya saya lebih lama tinggal disini agar bisa melihat Sri Lanka secara keseluruhan dan menikmati semua makanan lokal yang pasti akan membuat saya bertambah gendut ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Saya akan kembali suatu saat lagi ke Sri Lanka, janji saya dalam hati dalam pesawat menuju Kuala Lumpur….โ˜บ๏ธ

Colombo merupakan kota penuh kenangan untuk saya, itu sudah PASTI !

 

 

 

 

De Liza, Toko roti dan kue

Pagi kemarin, tetiba salah satu teman di pekerjaan saya menelpon dan mengajak saya untuk ikut acara seminar bisnis online di toko kue. Karena kebetulan lokasi tidak jauh dari rumah, maka saya menyanggupinya dan ditambah lagi acaranya GRATIS ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜€

Bukan soal seminarnya yang menarik untuk saya datangi, tapi soal teman yang berani berhenti bekerja dan memulai usaha untuk hidup yg lebih baik.

Acaranya diadakan berbarengan dengan pembukaan hari pertama Toko roti dan kue De Liza tanggal 11 Februari 2017 jam 09.00 – 11.00 di Jl. KSR Dadi Kusmayadi no. 1 Pajeleran Kel. Sukahati Cibinong.

Saya datang lebih awal dan bertemu dengan pemilik Toko roti dan kue De Liza, mba Eli. Mendengarkan cerita awal mula dia membangun usaha roti dan kuenya bersama dengan adik kandungnya. Mba Eli bertugas di bagian pemasaran dan adiknya di bagian produksi. Mereka memulai usaha dari berjualan di tenda pinggir jalan, menawarkan dari pintu ke pintu, pindah tempat usaha karena lahan usahanya tidak diperpanjang masa kontrak oleh pemiliknya sampai dengan saat ini mampu menyewa 1 ruko sebagai tempat usaha.Di lantai bawah diletakan rak-rak yang berisi kue serta roti yang lezat.

rak-rak kue basah

 

aneka macam puding, pie dan kue tart
so yummie

Harga kue serta roti bervariasi dan tidak menguras dompet tentunya. Dan menurut mba Eli, beberapa makanan adalah titipan dari teman-temannya yang ikut dijual di tokonya.

Di lantai atas, adalah ruang kosong yang nantinya akan menjadi tempat kumpul untuk bersantap dengan konsep yang menarik.

Saat saya datang, sudah disiapkan bangku-bangku untuk acara seminar bisnis online. Ada sekitar 25 orang yang mendaftar dan oleh Toko kue dan roti, De Liza para peserta diberi makanan kecil, notes dan makan siang secara gratis ๐Ÿ’ƒ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Setelah selesai acara seminar bisnis online, masih dilanjutkan diskusi dengan mba Eli yang membuat saya dan teman-teman mempunyai impian lain untuk belajar usaha sendiri disamping pekerjaan utama sebagai karyawati.

Semoga kami, Rani, mba Vera dan saya, bisa mengikuti jejak mba Eli untuk berani belajar lagi.

Terima kasih untuk ilmu dan nasihatnya hari ini, mba Eli. semoga Toko kue dan roti De Liza semakin maju dan bermanfaat untuk sekitarnya.

Aamiin

World Cancer Day

We can, I can

Kalimat ini menjadi slogan untuk hari kanker sedunia tahun ini, 2017. Yang diperingati setiap tanggal 04 Februari di seluruh dunia.

Saya bukan pejuang atau pun penderita kanker, tetapi sudah beberapa tahun belakangan ini mencoba untuk sedikit berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan kanker.

Tahun ini ada ajakan untuk ikut menari bersama dengan para pejuang kanker dari Bunga Ramadani melalui grup WA. Bunga adalah salah satu dari pejuang kanker tiroid yang sudah sembuh dan pendiri organisasi pita tosca. Saya menyanggupi dan belajar koreografi dari link https://youtu.be/lKscpGxlEEQ hanya 2 hari sebelum acara berlangsung ๐Ÿ˜“๐Ÿ˜‚

Selain DancingForCancerWithMe, ada berbagai macam kegiatan menarik lainnya di acara World Cancer Day ini. Dari poster yang disebar, saya mendaftar untuk test mamografi dan papsmear di tanggal 04 Februari 2017. Menurut laman hari kanker sedunia, peserta dibatasi jadi siapa cepat dia yang dapat ๐Ÿ˜€๐Ÿค—

Mendapatkan nomor antrian 17, serangkaian prosedur untuk test mamografi dimulai. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) adalah prosedur pertama.

sumber : Wikipedia

Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mamografi dengan memakai peralatan yang modern.

sumber : Wikipedia
Hasil dari mamografi akan didapat setelah beberapa hari kemudian. Semoga hasilnya memuaskan ๐Ÿ˜‡

Sayangnya karena terlalu lama mengikuti test mamografi, kesempatan saya untuk ikut papsmear dibatalkan karena banyaknya pendaftar. Hahaha belum waktunya untuk saya mungkin ๐Ÿ˜‚

Karena acara DancingForCancerWithMe masih lama, saya sempat berkeliling di Tribeca Central Park yang merupakan tempat berlangsungnya acara World Cancer Day. Mencoba test gula darah, tes kolestrol, periksa teroid, periksa tekanan darah, periksa mata, test keseimbangan. Dan semuanya G R A T I S ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Semua stand yang ada disana, adalah pendukung gerakan melawan kanker. Dan saya membaca pamflet yang ada di stand yang saya kunjungi bahwa setiap kanker ada penyebabnya, juga ada cara penyembuhannya. Pola hidup juga mempengaruhi selain faktor genetik.

Saya juga baru mengetahui bahwa setiap penyakit kanker dilambangkan dengan pita berwarna. Seperti warna merah jambu untuk kanker payudara, warna tosca untuk kanker teroid, warna oranye untuk kanker leukimia dan masih banyak lagi.

sumber : wikipedia
Saya berkesempatan untuk menyematkan pita warna kuning untuk penyemangat penderita kanker tulang. Semoga mereka diberi kekuatan untuk sembuh๐Ÿ˜‡

Sekitar pukul 04.00 sore, dimulailah acara DancingForCancerWithMe yang dipimpin oleh Krisdayanti. Semua pengunjung ikut menari untuk mendukung para penderita kanker untuk tetap semangat mengalahkan penyakitnya.

Senang rasanya bisa ikut berpartisipasi dan belajar dari para pejuang tangguh untuk berjuang bersama-sama mereka untuk hidup yang lebih sehat.

Catatan kecil : saya menari untuk survival kanker, Uni Rika Feriyanti di Padang yang telah sembuh dari kanker payudara.

Terima kasih untuk Bunga Ramadani dan teman-teman yang telah mengajak saya untuk menari bersama hari ini. Tetap semangat dan selalu menginspirasi.

We can,

  • menginspirasi dan bertindak
  • cegah kanker
  • ubah persepsi yang salah tentang kanker
  • ciptakan lingkungan sekolah yang sehat
  • perbaiki akses ke layanan kanker
  • bangun tenaga kesehatan berkualitas
  • dukung penderita kanker untuk kembali bekerja
  • kawal perubahan kebijakan pemerintah
  • berinvestasi dalam usaha pengendalian kanker
  • berpartisipasi dalam usaha menuju perubahan
  • ciptakan lingkungan kerja yang sehat
  • ciptakan lingkungan yang sehat

I can,

  • pilih gaya hidup yang sehat
  • mengerti bahwa deteksi dini mampu menyelamatkan nyawa
  • meminta dukungan
  • mendukung sesama
  • pegang kendali dalam usaha melawan kanker
  • mengasihi dan dikasihi
  • menjadi diri sendiri
  • kembali bekerja
  • ceritakan pengalaman ku
  • buat suaraku didengar orang lain

 Dan hari ini, 14 Maret 2017 laporan test mamografi didapat. Hasilnya saya sehat, alhamdulillah ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜Š


WE CAN, I CAN

 

Sri Lanka

Let’s meet up !

Ajakan ini menjadi kalimat yang paling sering ditulis dalam percakapan dengan teman virtual saya, JK, beberapa waktu yang lalu. Kami sudah berteman cukup lama akan tetapi kesempatan bertemu sungguh mustahil karena masalah jarak negara tempat kami bertempat tinggal. Dan rasanya itu tidak akan terwujud…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Tetapi untuk Maha Pengatur segala urusan, tiada hal yang mustahil untuk diwujudkan. Dan itu mulai menjadi rencana kami sejak November 2016 lalu. Dimulai dengan mencari tempat yang tidak terlalu jauh dan harga tiket yang terjangkau, disepakati negara Sri Lanka sebagai tempat tujuan bertemu. Hahahaha tidak terbayang negara Sri Lanka dalam pikiran selama ini karena negara ini bukan negara tujuan wisata kebanyakan…. Ditambah lagi setelah mengunduh beberapa artikel didapati bahwa negara ini masih jauh tertinggal dibanding negara Indonesia. Tetapi ini akan menjadi tujuan yang menarik buat saya…Pasti!

Menelusuri laman pemesanan  traveloka, untuk melakukan pemesanan tiket pesawat, didapatlah jadwal yang kira-kira cocok dengan pengajuan cuti serta harga tiket yang lumayan terjangkau dengan rute JKT – KUL – CMB – KUL – JKT. Kenapa harus singgah di KUL ? karena tidak ada jadwal penerbangan langsung ke Sri Lanka dan waktu singgah yang lumayan panjang membuat saya memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat di kota Kuala Lumpur sebelum berlanjut ke Sri Lanka.

Rencana selanjutnya adalah mengurus visa kunjungan ke Sri Lanka yang kali ini saya mencoba visa online, bukan VOA ( Visa On Arrival ). Laman visa Sri Lanka bisa dibuka pada www.eta.gov.lk dan semua persyaratan yang diminta wajib diisi agar aplikasi bisa segera disetujui. Biaya yang dibutuhkan untuk visa online pada waktu saya mendaftar adalah US$.35.00 dan dibayar melalui kartu kredit, bisa menggunakan kartu kredit orang lain jika tidak punya. Dan kurang dalam waktu 1 jam, aplikasi saya disetujui. Yeeiiiiii i’m ready to go… ๐Ÿ’ƒ๐Ÿฟ๐Ÿ’ƒ๐Ÿฟ

Visa + tiket selesai……Tinggal mencari akomodasi selama di Sri Lanka, selanjutnya disingkat LK. Beberapa teman menyarankan untuk tinggal di hotel karena membaca di beberapa berita bahwa tidak cukup aman bagi perempuan untuk bepergian sendiri di LK. Tetapi harga hotel yang didapat cukup mahal untuk ukuran kantong saya, sehingga saya memutuskan untuk menggunakan fasilitas di airbnb untuk mencari lokasi penginapan yang cukup terjangkau. Selesai untuk itu, saya membagi jadwal perjalanan untuk disesuaikan dengan jadwal teman seperjalanan saya.

Di tengah diskusi soal jadwal dengan JK, ada pesan singkat dari salah satu teman WA yang mengajukan diri sebagai sponsor tempat menginap selama di SL setelah mendengar cerita saya hendak berkunjung ke LK. Hahahaha terlalu menarik untuk ditolak… ๐Ÿ˜‰  Segala sesuatu mengenai penginapan diselesaikan oleh Ashraff Siddique, thanks a lot for yr kindness ๐Ÿ˜˜

Perjalanan dimulai dari bandara Soekarno Hatta menuju Kuala Lumpur. Setelah menyelesaikan perjalanan singkat ke Melaka pada esok hari, saya bergegas menuju bandara KLIA2 untuk melanjutkan perjalanan ke Colombo, Sri Lanka. Ada kejadian yang cukup membuat jantung berhenti sesaat karena saya terlambat datang di KLIA2 gegara bis dari Melaka – Sentral Melaka – KLIA2 terlambat datang dan hanya tersisa waktu sekitar 50menit sebelum pesawat tinggal landas.

Drama dimulai dengan ditolaknya e-tiket dengan boarding pass karena waktu yang sudah mepet, diminta pergi kebagian pelayanan airline untuk meminta toleransi, ditolak karena persetujuan visa hanya disimpan di gadget bukan dicetak, tidak mempunyai mata uang USD dan diminta membeli tiket baru saja untuk jadwal terbang esok hari. Lengkap sudah rasanya hati ini mencelos sampai ke dasar yang paling bawah jika tidak bisa terbang pada hari itu….. Wajah memelas dan air mata sudah mau menetes satu…. Untungnya petugas airline berbaik hati membantu mencetak boarding pas dengan catatan jika imigrasi Colombo meminta pembuatan VOA, maka saya harus setuju. Yes, I will.

Waktu hanya tinggal 20menit dan saya harus berlari secepat pelari marathon menuju gate L22 sebelum pesawat tinggal landas. Oh iya, saya bertemu teman senasib dari China yang mengalami hal yang sama, Du Yue. Jadi kami berdua berlari dengan membawa daypack masing-masing melalui 2 meja imigrasi dan saling menyemangati agar lebih cepat berlari. And we made it… Pfuihhhh lega walaupun rasanya nafas terputus dan berkeringat dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Bandara negara Sri Lanka, Bandaranaike, sungguh modern. Berbeda dengan apa yang saya bayangkan.


Proses imigrasi termasuk singkat serta mudah, tidak ada pertanyaan yang sulit dan petugas tidak mempertanyakan soal visa seperti yang dikhawatirkan oleh petugas di KLIA2. Alhamdulillah… kami berdua mengucap syukur.  Kami saling mengucapkan salam perpisahan karena tempat menginap yang berbeda. Saya cukup lama berputar-putar di area kedatangan karena teman penjemput belum datang. Setelah berkirim pesan singkat, saya menunggu di luar bandara untuk dijemput. Latiff dan Rizaan adalah nama teman SL yang menemani perjalanan dari bandara ke hotel tempat saya menginap.

Karena waktu kedatangan sudah jam 11.00 malam, saya hanya mampir di restaurant cepat saji untuk membeli makan malam untuk di hotel. Latiff dan Rizan banyak bercerita mengenai negara SL sepanjang perjalanan. Mereka juga menceritakan bahwa Ashraff sangat khawatir dengan saya dan berkali-kali menelp untuk memastikan bahwa saya telah dijemput oleh mereka berdua. Hahahahaha rasanya sangat menyenangkan mempunyai teman yang menyayangi ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜

Tempat menginap yang dipesan oleh Ashraff sangat bagus. Terletak di ibukota SL, Colombo dan mempunyai pemandangan pantai di seberang lokasi Mirage Hotel Colombo. It’s a wonderful place for stay . Thanks again Ashraff ! Waktunya beristirahat untuk memulai perjalanan menjelajahi kota Colombo besok.

Good night ……

 

 

 

 

 

 

 

 

Virtual friend

A friend that you never see, never talk too, possibly never meet, but happy to email or chat too only – Urban Dictionary

Ini adalah salah satu arti yang bisa ditemukan dalam mesin pencari jika kita mengetikan kata “Virtual Friend”. Ada benarnya, walau dalam kehidupan sehari-hari bukan berarti kita tidak akan bertemu dengan teman tersebut dalam kehidupan nyata.

Saya sendiri mempunyai beberapa virtual friend, yang selanjutnya saya sebut teman dunia maya. Beberapa mempunyai waktu khusus untuk memulai percakapan, tapi selebihnya waktunya acak karena rata-rata mereka mempunya kesibukan pekerjaan kantor, urusan domestik rumah tangga dan lain sebagainya.Kebanyakan teman dunia maya adalah teman-teman pergaulan saya, entah teman SD, SMP, SMA, kuliah, komunitas yang saya ikuti atau pun dunia kerja. Tapi ada beberapa teman yang sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan pergaulan hidup saya selama ini dan saya mengenalnya melalui pertemanan di dunia sosial media yang saat ini bertebaran, seperti Twiter, FaceBook, Path, Instagram dan lain sebagainya.

teman ‘dadakan’ @twostories

Karena pada dasarnya saya adalah pemilih, maka teman dunia maya saya tidak terlalu banyak jika tidak mau disebut sedikit ๐Ÿ˜

Bukan karena saya tidak mau berteman dengan sembarang orang, tetapi lebih karena pilihan hati untuk membuat semua pertemanan berlangsung selamanya.

Nah.. salah satu teman dunia maya yang sering bercakap-cakap hal remeh temeh berasal dari negara yang jauh dari negara saya. Jam bicara bisa berlangsung setiap pagi sekali atau sore hari disesuaikan dengan jam kerja …. tapi juga kadang lama tidak terhubungย  karena kendala nirkabel yang kadang ada kadang tiada. Pertemanan kami sudah berlangsung hampir 3 tahun dan seringkali kami berguyon bahwa kita seperti sahabat karib walau belum berjumpa di kehidupan nyata.

Banyak yang hal kami perbincangkan, dari mulai urusan remeh temeh, semisal cuaca hari ini, menu makan siang sampai hal yang serius seperti LGBT ataupun harga minyak dunia yang terus merosot tajam. hahahahaha serasa ahli pemerintahan

Rasanya menyenangkan mempunyai teman yang tidak rewel menanyakan ini itu yang kadang menjurus kepo ….. walau kita tetap harus berhati-hati dalam setiap pertemanan di dunia maya. Karena kita tidak tahu persis latar belakang mereka di dunia nyata.

Selain itu juga harus diingat bahwa ย setiap teman adalah istimewa, baik teman nyata ataupun virtual. Jadi tetaplah menjadi pribadi yang baik walaupun di dunia maya ๐Ÿ˜Š

But at the end, i’m happy to have virtual friends like you…

ilustrasi diambil dari google

Happy Wednesday, friends โค๏ธ
 

Bandung Selatan

Minggu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Bandung untuk mengunjungi si sulung yang sedang berada disana dalam rangka tugas kuliahnya.

Selama ini yang saya ketahui, Bandung adalah kota tempat melancong untuk wisata belanja karena di kota ini banyak terdapat toko-toko penjual pakaian sisa ekspor yang lebih dikenal sebagai Factory Outlet (FO).

Tapi ternyata daerah Bandung Selatan lebih menarik dibanding hal tersebut diatas ๐Ÿ˜‰. Lokasi penempatan si sulung adalah daerah Rancabali dan sebelum berkunjung, yang pertama dilakukan adalah membaca serta mencari informasi bagaimana menuju tempat tersebut ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€

Perjalanan dimulai dengan menggunakan moda transportasi umum, bis. Berangkat dari Terminal Baranangsiang jam 05.45 dengan karcis seharga IDR.65K dan menempuh perjalanan selama 3,5jam menuju Terminal LeuwiPanjang, Bandung.

Dilanjutkan dengan mobil L300 menuju Terminal Ciwidey dengan ongkos IDR.12K selama kurang lebih 1jam. Mobil ini tidak akan melaju jika penumpang belum memenuhi seluruh tempat duduk. Lumayan sesak tetapi tetap bisa dinikmati ๐Ÿ˜

Perjalanan kemudian masih diteruskan menggunakan mobil angkot kuning tujuan Situ Patenggang dengan membayar IDR.10K sampai tempat si sulung tinggal, daerah Ranca Bali. Sudah ditunggu di pinggir jalan agar tidak tersesat katanya ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

Setelah meletakkan daypack, langsung menuju lokasi Kampung Cai Ranca Upas. Tempat ini yang populer dengan nama Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km / 90 menit dari pusat Kota Bandung. Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17ยฐC – 20ยฐC. Sekitar area hutan lindung diisi dengan beragam flora seperti pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya. Fasilitas lainnya bisa dilihat di lamanย Rancaupas.

gerbang Rancaupas

 

berkemah di pinggir danau kecil

 

hutan Rancaupas

Disana juga terdapat penangkaran rusa yang bisa kita beri makan wortel dan kegiatan ini sangat menyenangkan walaupun lokasi kandang rusa basah karena hujan gerimis sejak pagi hari.

Setelah lelah berkeliling di Rancaupas, petang hari baru saya kembali ke tempat si sulung menginap untuk persiapan esok pagi.

Hari ke-2, saya berkesempatan mengunjungi Kawah Putih dengan hanya diantar ke depan loket tiket saja. Harga tiket IDR. 20K dan harus mengunakan angkutan ontang-anting menuju ke Kawah Putih dengan membayar IDR. 15K. Perjalanan ke atas lumayan jauh dan jalan berkelok tajam sehingga diperlukan kehati-hatian pengemudi.

Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Kawah ini berada pada ketinggian +2090 m dpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha. Hanya karena sejak pagi turun gerimis, maka kabut tebal serta bau belerang cukup menyengat sehingga saya harus menggunakan masker penutup hidung.

Dan kembali dijemput si sulung untuk melanjutkan ke tempat lain, Situ Patenggang.

Perjalanan menggunakan motor dengan melewati perkebunan teh menuju Situ Patenggang yang berasal dari bahasa Sunda, kata โ€œsituโ€ berarti danau dan โ€œpatenganโ€ berarti saling mencari.

Menurut cerita, dahulu ada sepasang anak manusia yang saling mencintai, yaitu Dewi Rengganis dan Ki Santang. Namun, keduanya terpisah untuk waktu yang lama. Karena rasa cinta yang sangat mendalam, mereka saling mencari satu sama lain dan akhirnya bertemulah di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Batu Cinta. Dewi Rengganis lalu meminta dibuatkan sebuah danau dan perahu agar mereka berdua dapat berlayar bersama. Hal ini dipenuhi oleh kekasihnya. Cerita masyarakat lokal menyebut perahu tersebut saat ini adalah pulau Asmara atau yang juga disebut sebagai Pulau Sasaka yang berbentuk hati. Diyakini, sepasang kekasih yang mengunjungi Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara akan mendapatkan cinta sejati dan abadi sebagaimana yang terjadi pada Dewi Rengganis dan Ki Santang.

Selain bisa menikmati wisata alam dengan berjalan kaki, bisa juga memakai perahu untuk berkeliling Situ Patenggang dengan membayar sejumlah uang. Saya sendiri mencoba berjalan kaki menuju lokasi Glamping Lake Side untuk melihat panorama dari atas.


Sungguh menakjubkan ๐Ÿ˜

Rasanya 2 hari tidak cukup, tetapi saya harus segera kembali. Kangen dengan si sulung sudah terobati dan memastikan bahwa dia sehat serta menikmati tugas kuliah lapangan adalah hal yang utama, ditambah bisa berwisata di daerah Bandung Selatan adalah bonus yang saya dapatkan di perjalanan ini.

Selamat tinggal Bandung Selatan, sampai jumpa di lain kesempatan โค๏ธ๐Ÿ˜Š