Melaka

 

Perjalanan dimulai dengan rute Jkt – Kul – CMB – Kul – Jkt. Rute ini dipilih karena harga tiket yang lumayan murah dibandingkan harus mengambil penerbangan langsung ke Sri Lanka. Dan sengaja saya pilih untuk menginap semalam di KL agar bisa menyempatkan pergi ke kota Melaca sebelum lanjut ke negara tujuan Sri Lanka.

img_2197
hasil pencarian tiket sejak 3 bulan lalu πŸ˜‰

Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta menuju KLIA1 lancar dan memakan waktu sekitar 2jam saja dengan menggunakan maskapai penerbangan KLM. Maskapai ini dipilih selain waktu penerbangan yang cocok dengan jadwal cuti kantor juga karena lebih murah dibandingkan dengan maskapai lainnya dan mendapatkan makanan dalam penerbangan yang memang saya cari untuk menghemat pengeluaran.

Pengganjal sementara πŸ˜‹

Tiba di KLIA1, sangat takjub karena bandaranya sangat luas dan agak sukar mencari lokasi lokasi imigrasi walaupun sudah bertanya kepada bagian informasi. Ya sudahlah….. lebih baik mencari tempat beristirahat untuk melepas kantuk karena jam kedatangan sudah menunjukkan pukul 10.30 malam dan saya baru bisa pergi ke Melaka besok pagi dengan menggunakan bis umum. Setelah membaca papan petunjuk soal tempat beristirahat, ditemukanlah lounge Samsung di lantai 2 depan surau untuk melepas lelah. Banyak juga saya lihat orang-orang menunggu di tempat itu untuk sekedar menunggu waktu transit ataupun seperti saya yang beristirahat sampai pagi menjelang. Lumayan ramai dan saya merasa aman untuk tidur sampai pagi πŸ˜‚πŸ˜΄

Saat pagi datang, saya mencari kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus shalat Subuh sebelum pergi ke tujuan selanjutnya, Melaka. Setelah selesai, bergegas naik kereta ekspress menuju KLIA2 karena lokasi bis ada di sana. Keretanya bagus dan bersih, tidak dipungut biaya alias Gratis …

Menuju kantor imigrasi dan keluar menuju lantai dasar KLIA2 tempat tujuan bis luar kota. Harga tiket menuju Sentral Melaka hanya RM.20.00 dan perjalanan memakan waktu 2jam dengan menggunakan bis yang telah ditunjuk. Tempat tunggu bis cukup bersih dan tidak terlihat calo-calo yang memaksa penumpang untuk membeli tiket, hanya terdapat beberapa orang yang menanyakan tujuan penumpang dan kemudian menunjukan loket tiket masing-masing bis dengan harga tiket serta waktu pemberangkatan tertera di tiap kaca loket penjualan. Rapi dan sangat mengesankan untuk saya.

Saya tertidur sepanjang perjalanan karena lelah dan pemandangan sepanjang jalan hanya jalan tol serta pohon kelapa sawit di kiri kanan jalan. Menjelang sampai di Sentral Melaka saya terbangun dan bersiap untuk turun. Sentral Melaka adalah semacam terminal bis pusat kota. Disini bisa dijumpai tujuan luar kota yang bisa dicapai dengan menggunakan bis umum, seperti tujuan Seremban, Penang, Kinibalu dan lainnya. sedangkan untuk tujuan domestik dilayani oleh bis Panorama dengan nomor bis pada bagian depan.

Karena tujuan saya adalah kota Melaka, maka saya menggunakan bis Panorama no. 17 dan membayar RM.2 dengan pemberhentian Red Square. Sepanjang perjalanan saya banyak melihat aktifitas warga kota di pagi hari karena hari itu bukan hari libur. Jalanan cukup ramai walau tidak sampai macet sekali. Di dalam bis tidak ada kondektur, jadi setiap penumpang langsung membayar kepada supir dan dia akan memberikan karcis sebagai tanda pembayaran. Tertib dan tidak ada yang menggerutu jika harus lama menunggu penumpang selesai membayar karcis.

Sampailah saya di Red Square setelah perjalanan selama 1 jam. Hahahaha baru paham kenapa dinamakan Red Square, karena gedung-gedung di sekitar jalan tersebut dicat warna merah terakota. Dimulai dari jam besar, kolam dengan air mancurnya, gedung pemerintahan, museum muda sampai dengan gereja katolik semua berwarna merah terakota.

 

Clock Tower Melaka
pusat kota Melaka
becak hias untuk berkeliling kota Melaka
img_2233
Muzium Belia, Melaka Malaysia
gereja katolik Melaka
sungai yang membelah kota Melaka

 

img_2220
mesjid di Jalan Kling, Melaka
Melaka
img_2228
sewa sepeda keliling Melaka
img_2229
Melaka

Puas berkeliling Melaka, saya menunggu bis untuk kembali ke Terminal Sentral Melaka karena jadwal penerbangan ke Sri Lanka pada malam hari 09.00 dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menuju KLIA2. Bis yang ditunggu tidak kunjung datang dan saya mulai was-was melihat waktu berjalan. Hampir 1,5 jam kemudian bis baru datang dan segera saya naik dengan hanya cukup membayar RM1.50

Tiba di Terminal Sentral Melaka, tidak ada bis yang langsung berangkat dan harus menunggu jadwal selanjutnya..πŸ˜°πŸ˜“

Mulailah jantung berdebar kencang karena jika tidak tiba di KLIA2 tepat waktu, maka jadwal keberangkatan ke Sri Lanka terancam gagal. Setibanya bis di terminal, saya mulai berdoa dalam hati agar jalanan tidak macet dan bisa sampai di bandara sesegera mungkin πŸ˜‡

Pfuihhh………….. Β πŸ˜–πŸ˜° Β hanya bersisa waktu 50menit sebelum pesawat berangkat. Lari secepat yang dimungkinkan untuk menuju loket penukaran e-tiket dengan boarding pass dan nyaris ditolak karena waktunya sudah mepet walau akhirnya saya bisa berangkat dengan segala drama yang bisa dibaca di blog saya dengan judul Sri Lanka.

Bye Malaysia and welcome Sri Lanka 😊😍

Advertisements