Kuala Lumpur

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3.5jam dari Sri Lanka, tibalah saya di KLIA2 Malaysia untuk kunjungan singkat sebelum kembali kerutinitas di Indonesia πŸ˜‚πŸ˜€

Sebelumnya saya sudah berkunjung ke Melaka, maka kali ini hendak melihat ibukota negara Malaysia sebagai tujuan wisata.

Keluar dari imigrasi bandara, bergegas mencari kereta untuk bertemu Anisa di tempat penginapannya, daerah Petaling. Stasiun tujuan adalah Pasar Seni dan cukup membeli token untuk digunakan naik kereta.

Anisa telah menginap 1 malam di Kuala Lumpur, selanjutnya disebut KL dan bepergian ke tempat wisata . Kami membuat janji untuk pindah lokasi penginapan setelah saya sampai di KL.

Nama penginapannya adalah Β Hostel MingleΒ yang saya dapatkan dari airbnb. Tempatnya menarik karena merupakan bangunan tua yang direnovasi untuk penginapan.

Saya sempat mengambil gambar di hostel ini dan makin menarik ketika mendapati pegawai yang melayani sangat ramah 😍

hostel Mingle KL
hostel Mingle KL
img_2315
hostel Mingle KL

Usai meletakkan barang bawaan, kami melanjutkan tujuan wisata keliling KL dengan menggunakan bis gratis “goKL”. Cukup naik dari halte bis yang terletak tidak jauh dari tempat menginap.

Tujuan pertama adalah KL Tower πŸ˜ŽπŸ˜‚


Berlanjut ke Menara Kembar Petronas yang sayangnya terlalu ramai karena menjelang tahun baru Imlek. Dan kami cukup puas melihat suasana taman kota di dekat Menara Kembar Petronas πŸ˜‰

 


Bersama Anisa, waktu terasa berlalu cepat dan kami harus kembali ke penginapan dengan menggunakan bis karena sudah menjelang senja.

Setelah cukup beristirahat, kami mencoba berkeliling di sekitar penginapan menikmati malam di KL πŸ˜ŠπŸ‘©β€πŸ‘§

Kuala Lumpur


Kuala Lumpur


Kuala Lumpur
Kuala Lumpur


Dan diakhiri dengan makan malam di penginapan karena sudah terlalu larut dan lelah πŸ˜‚πŸ˜€

Rooftop hostel Mingle, KL

Terbangun dipagi hari untuk bersiap menuju bandara KLIA1 menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan, mengucap syukur karena wisata kali ini lumayan lancar walau sedikit kendala yang membuat kenangan menjadi lebih berwarna.

Next destination is Nepal….. mari menabung dan semoga sehat selalu !

 

Advertisements

Melaka

 

Perjalanan dimulai dengan rute Jkt – Kul – CMB – Kul – Jkt. Rute ini dipilih karena harga tiket yang lumayan murah dibandingkan harus mengambil penerbangan langsung ke Sri Lanka. Dan sengaja saya pilih untuk menginap semalam di KL agar bisa menyempatkan pergi ke kota Melaca sebelum lanjut ke negara tujuan Sri Lanka.

img_2197
hasil pencarian tiket sejak 3 bulan lalu πŸ˜‰

Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta menuju KLIA1 lancar dan memakan waktu sekitar 2jam saja dengan menggunakan maskapai penerbangan KLM. Maskapai ini dipilih selain waktu penerbangan yang cocok dengan jadwal cuti kantor juga karena lebih murah dibandingkan dengan maskapai lainnya dan mendapatkan makanan dalam penerbangan yang memang saya cari untuk menghemat pengeluaran.

Pengganjal sementara πŸ˜‹

Tiba di KLIA1, sangat takjub karena bandaranya sangat luas dan agak sukar mencari lokasi lokasi imigrasi walaupun sudah bertanya kepada bagian informasi. Ya sudahlah….. lebih baik mencari tempat beristirahat untuk melepas kantuk karena jam kedatangan sudah menunjukkan pukul 10.30 malam dan saya baru bisa pergi ke Melaka besok pagi dengan menggunakan bis umum. Setelah membaca papan petunjuk soal tempat beristirahat, ditemukanlah lounge Samsung di lantai 2 depan surau untuk melepas lelah. Banyak juga saya lihat orang-orang menunggu di tempat itu untuk sekedar menunggu waktu transit ataupun seperti saya yang beristirahat sampai pagi menjelang. Lumayan ramai dan saya merasa aman untuk tidur sampai pagi πŸ˜‚πŸ˜΄

Saat pagi datang, saya mencari kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus shalat Subuh sebelum pergi ke tujuan selanjutnya, Melaka. Setelah selesai, bergegas naik kereta ekspress menuju KLIA2 karena lokasi bis ada di sana. Keretanya bagus dan bersih, tidak dipungut biaya alias Gratis …

Menuju kantor imigrasi dan keluar menuju lantai dasar KLIA2 tempat tujuan bis luar kota. Harga tiket menuju Sentral Melaka hanya RM.20.00 dan perjalanan memakan waktu 2jam dengan menggunakan bis yang telah ditunjuk. Tempat tunggu bis cukup bersih dan tidak terlihat calo-calo yang memaksa penumpang untuk membeli tiket, hanya terdapat beberapa orang yang menanyakan tujuan penumpang dan kemudian menunjukan loket tiket masing-masing bis dengan harga tiket serta waktu pemberangkatan tertera di tiap kaca loket penjualan. Rapi dan sangat mengesankan untuk saya.

Saya tertidur sepanjang perjalanan karena lelah dan pemandangan sepanjang jalan hanya jalan tol serta pohon kelapa sawit di kiri kanan jalan. Menjelang sampai di Sentral Melaka saya terbangun dan bersiap untuk turun. Sentral Melaka adalah semacam terminal bis pusat kota. Disini bisa dijumpai tujuan luar kota yang bisa dicapai dengan menggunakan bis umum, seperti tujuan Seremban, Penang, Kinibalu dan lainnya. sedangkan untuk tujuan domestik dilayani oleh bis Panorama dengan nomor bis pada bagian depan.

Karena tujuan saya adalah kota Melaka, maka saya menggunakan bis Panorama no. 17 dan membayar RM.2 dengan pemberhentian Red Square. Sepanjang perjalanan saya banyak melihat aktifitas warga kota di pagi hari karena hari itu bukan hari libur. Jalanan cukup ramai walau tidak sampai macet sekali. Di dalam bis tidak ada kondektur, jadi setiap penumpang langsung membayar kepada supir dan dia akan memberikan karcis sebagai tanda pembayaran. Tertib dan tidak ada yang menggerutu jika harus lama menunggu penumpang selesai membayar karcis.

Sampailah saya di Red Square setelah perjalanan selama 1 jam. Hahahaha baru paham kenapa dinamakan Red Square, karena gedung-gedung di sekitar jalan tersebut dicat warna merah terakota. Dimulai dari jam besar, kolam dengan air mancurnya, gedung pemerintahan, museum muda sampai dengan gereja katolik semua berwarna merah terakota.

 

Clock Tower Melaka
pusat kota Melaka
becak hias untuk berkeliling kota Melaka
img_2233
Muzium Belia, Melaka Malaysia
gereja katolik Melaka
sungai yang membelah kota Melaka

 

img_2220
mesjid di Jalan Kling, Melaka
Melaka
img_2228
sewa sepeda keliling Melaka
img_2229
Melaka

Puas berkeliling Melaka, saya menunggu bis untuk kembali ke Terminal Sentral Melaka karena jadwal penerbangan ke Sri Lanka pada malam hari 09.00 dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menuju KLIA2. Bis yang ditunggu tidak kunjung datang dan saya mulai was-was melihat waktu berjalan. Hampir 1,5 jam kemudian bis baru datang dan segera saya naik dengan hanya cukup membayar RM1.50

Tiba di Terminal Sentral Melaka, tidak ada bis yang langsung berangkat dan harus menunggu jadwal selanjutnya..πŸ˜°πŸ˜“

Mulailah jantung berdebar kencang karena jika tidak tiba di KLIA2 tepat waktu, maka jadwal keberangkatan ke Sri Lanka terancam gagal. Setibanya bis di terminal, saya mulai berdoa dalam hati agar jalanan tidak macet dan bisa sampai di bandara sesegera mungkin πŸ˜‡

Pfuihhh………….. Β πŸ˜–πŸ˜° Β hanya bersisa waktu 50menit sebelum pesawat berangkat. Lari secepat yang dimungkinkan untuk menuju loket penukaran e-tiket dengan boarding pass dan nyaris ditolak karena waktunya sudah mepet walau akhirnya saya bisa berangkat dengan segala drama yang bisa dibaca di blog saya dengan judul Sri Lanka.

Bye Malaysia and welcome Sri Lanka 😊😍

Colombo

Good morning,

terbangun karena bunyi alarm dari gadget, mengumpulkan jiwa serta raga. Dengan takjub memandang dari jendela kamar hotel Mirage dan mengucap syukur kalau saya selamat sampai di LK tanpa kendala (walau nyaris tidak bisa berangkat dari KLIA2 ). Bergegas untuk menjumpai teman seperjalanan, JK yang akan tiba beberapa saat lagi.

JK adalah teman virtual saya yang telah berkawan dalam jangka waktu cukup lama. Dia akan transit perjalanan dari Qatar menuju kampung halamanya di Kerala. Dan sesuai dengan waktu yang telah disepakati, dia datang dan kami merencanakan untuk sarapan bersama sebelum memulai eksplorasi kota Colombo. Menu sarapan pagi terdiri makanan lokal LK dan beberapa makanan barat. Karena sudah terbiasa untuk mencoba masakan lokal jika bepergian, maka saya mencoba menu LK dan sungguh lezat walaupun rasa rempah-rempah cukup terasa.

lokasi sarapan pagi di hotel yang bersisian dengan pantai dan rel kereta api

Setelah selesai sarapan, kami merencanakan pergi ke Colombo dengan menggunakan taxi. Hahahaha jangan dibayangkan taxi seperti yang kita lihat di brosur kota besar. Yang dimaksud taxi disini adalah sejenis angkutan bajaj roda 3 dan menggunakan argo layaknya taxi. Pengemudi taxi ramah dan bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Kami diajak berkeliling kota Colombo, dimulai dengan menikmati pantai di Colombo, menikmati bangunan bersejarah yang menjadi ikon kota Colombo, melintasi pasar tempat para penjual dan pembeli berinteraksi, kuil sederhana di sudut jalan serta mencoba memasuki mall yang terkenal di Colombo.

Colombo
salah satu jalan raya Galle, Colombo
 

kuil kecil di sudut jalan
penamaan jalan dalam 3 bahasa

Kota Colombo termasuk bersih, jarang ditemukan tumpukan sampah dipinggir jalan ataupun debu beterbangan walaupun suhu udara cukup lumayan terik.Tidak ditemukan juga pengemis ataupun tukang parkir yang biasa saya temui seperti di negara saya.

Sore menjelang dan kembali ke hotel untuk bersiap-siap menghadiri jamuan makan malam atas undangan Ashraff di restaurant yang terkenal di Colombo, Upali’s by Nawaloka. Ashraff dan istri menjemput di lobby hotel jam 09.00 malam.

http://www.upalis.com/colombo
Restaurant ini sangat terkenal di Colombo, menyajikan masakan asli Sri Lanka dengan konsep modern. Saya mencicipi masakan yang dipilih oleh Ashraff dari mulai makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup sampai rasanya perut penuh. Cita rasa masakan Sri Lanka hampir mirip dengan masakan India yang penuh dengan cita rasa rempah yang saya sukai.

sambol
String hoppers
egg hoppers
wattalappan
Hampir tengah malam saya baru kembali dari makan malam yang menyenangkan, tidak ada interupsi oleh gadget ataupun membicarakan masalah pekerjaan. Sepenuhnya menikmati makan malam bersama dengan teman yang menjadi tuan rumah yang sangat baik dan ramah selama di Colombo. Thanks a lot Ashraff 😊❀

Keesokan pagi adalah hari terakhir di Colombo sebelum bertolak ke Kuala Lumpur. Dan masih ada 1 hari bersama Ashraff untuk mengunjungi pabrik pembuatan kancing. Karena rasanya menyenangkan untuk bisa menambah pengetahuan dalam bidang pekerjaan yang saya tekuni saat ini, maka tawaran dari Ashraff saya terima.

Pabrik cukup jauh lokasinya dari Colombo, dan saya sekaligus keluar dari hotel untuk langsung pergi ke bandara setelah selesai kunjungan dari pabrik kancing. Ashraff meminta saya untuk mampir ke kantornya untuk melihat bisnis yang dia kerjakan selama ini. Berlokasi di tengah kota, saya berkesempatan untuk masuk ke kantornya di M.Y. & Union dan berdiskusi dengan beberapa orang yang selama ini hanya saya kenal melalui surel. Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi pabrik kancing di daerah Dekatana.

Sepanjang perjalanan banyak ditemui penjual kelapa gading untuk diminum. Saya sempat mencicipi dan sangat enak diminum di tengah cuaca yang cukup terik. Kebanyakan penjual kelapa adalalah ibu-ibu yang disebut oleh Amee oleh Ashraff, yang artinya adalah ibu. Sampai di lokasi pabrik kancing, saya diajak berkeliling dan diberikan penjelasan cara proses pembuatan kancing sejak dari pemesanan sampai pengiriman. Sangat menarik dan menambah wawasan pengetahuan.

Jam makan siang di pabrik kancing, lagi-lagi saya dijamu makanan Sri Lanka yang lezat. Dimulai dari nasi yang mirip nasi biryani, kari ayam, buah nanas dan semangka yang merupakan buah yang sering disajikan dalam tiap kesempatan sampai dengan teh susu yang amat sangat saya sukaiiiii…. Pasti berat badan akan bertambah setelah kembali dari Sri Lanka…πŸ˜‚πŸ˜

Setelah selesai, saya kembali ke Colombo dan bersiap-siap diantar ke bandara untuk terbang ke tujuan selanjutnya, Kuala Lumpur.

Terima kasih, Ashraff atas semua keramahtamahan selama saya berada di Sri Lanka. Seperti kata dia, seharusnya saya lebih lama tinggal disini agar bisa melihat Sri Lanka secara keseluruhan dan menikmati semua makanan lokal yang pasti akan membuat saya bertambah gendut 😁😘

Saya akan kembali suatu saat lagi ke Sri Lanka, janji saya dalam hati dalam pesawat menuju Kuala Lumpur….☺️

Colombo merupakan kota penuh kenangan untuk saya, itu sudah PASTI !