1000 origami burung perdamaian

Bermula dari ajakan dari salah seorang teman di FB untuk ikut membuat origami burung bangau dalam acara 1000 origami burung perdamaian di Balai Kota Jakarta tanggl 27 Mei 2017, maka saya menyanggupi karena hanya perlu membuat 50 buah origami saja.

Pembuatan dilakukan pada sela-sela waktu kerja, setelah sampai di rumah dan sesekali sebelum tidur. Dan sempat juga saya bertemu dengan satu teman karib di pujasera Bogor untuk beorigami dan bergosip. Hahahaa πŸ˜‚

Saya hanya berhasil membuat 85 buah origami burung bangau dan menyisipkan 15 buah lipatan yang akan diselesaikan sebelum tanggal acara tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, muncul grup di WA untuk mengakomodir semua ide para relawan dan panitia. Pencetus acara ini adalah seorang pencinta origami, Mba Zussana Marlyn yang merasa prihatin melihat perdamaian di Indonesia mulai terkikis perlahan-lahan dan memilih origami burung bangau berwarna putih yang melambangkan kesabaran, ketelitian dan ketulusan untuk perdamaian.Β  Ini juga sejalan dengan mitologi origami dari Jepang yaitu barang siapa membuat 1000 burung bangau maka keinginannya akan tercapai.

Pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 saya datang ke Balai Kota Jakarta pukul 07.30 pagi bersamaan dengan teman-teman yang lain. Memulai acara dengan mengumpulkan paket origami burung origami yang dibawa oleh para relawan dari berbagai tempat. Ada yang langsung datang di tempat, dan ada juga yang mengirimkan dalam bentuk paket dari berbagai kota di Indonesia seperti Berau ( Kalimantan ), Solo, Yogyakarta, Medan, Jabodetabek.

Origami tersebut dironce menjadi satu agar mudah digantungkan pada tempat yang telah disiapkan sebelumnya. Satu ronce terdiri dari 30 atau 50 buah origami burung.

Origami tersebut kemudian dihitung agar bisa diketahui berapa jumlah yang telah diterima. Target utama hanya 1,000 buah akan tetapi pada hari itu jumlahnya melampui dari 17,000 buah origami burung. Ternyata banyak yang masih perduli dengan perdamaian di negara ini.

This slideshow requires JavaScript.

Pada hari itu, saya merasa tidak perlu melihat suku, bahasa atau agama untuk menjadi bagian dari perdamaian di negara ini. Semua bisa bergandengan tangan dan bahu membahu untuk hal baik.
img_2999
img_2925
img_2919
img_2938
Hati merasa bahagia telah berbuat hal yang mungkin kecil artinya. Semoga perdamaian selalu hadir di kehidupan kita bersama.
img_2913
Aamiin.

keREADta

“Ketika kereta menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca”

Dalam rangka menyambut hari buku sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April 2017,Β  komunitasΒ Taman Baca Inovator menggagas acara keREADta. Acara ini merupakan ajakan untuk para pengguna jasa kereta api untuk membaca buku dalam perjalanan mereka dan dilanjutkan dengan acara di FIB UI.

Sebenarnya beberapa waktu belakangan ini, waktu membaca saya berkurang jauh dibandingkan pada saat saya masih berstatus pelajar. Salah satu sebab karena harga buku semakin lama semakin mahal dan juga waktu bekerja yang semakin menguras pikiran. Jika diminta untuk memilih antara membaca atau tidur, maka pilihan terakhir pasti yang akan saya pilih πŸ˜‚πŸ€£

Tetapi pada saat mendapat surel untuk menjadi relawan pada acara ini, saya mencoba mengisi pertanyaan agar dapat berpartisipasi dan menepati janji agar membaca paling tidak 1 lembar setiap hari.

1 minggu sebelum acara, para relawan yang terpilih dikumpulkan untuk briefing singkat mengenai tujuan acara, bertempat di Gedung Indosat Jl. Medan Merdeka Barat no. 21 Jakarta Pusat. Kami dibagi dalam beberapa grup yang akan bertugas pada gerbong kereta dari stasiun Kota menuju stasiun UI.

Tanggal 23 April 2017, kami berkumpul di stasiun Kota untuk mendengarkan beberapa kata sambutan. Dimulai dari ketua acara, Kepala Stasiun Kota dan PJ Gerbong.

Relawan keREADta + Kepala Stasiun Kota

Saya bergabung dengan para relawan yang bertugas di gerbong 4. Teman-teman ini adalah relawan atau penggiat literasi pada komunitas di daerah mereka tinggal. Salut kepada mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk berbuat hal baik.

img_2843
Relawan gerbong 4
Dalam gerbong 4
Relawan gerbong 4
Buku yang menemani selama perjalanan

Setelah sampai di stasiun UI, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang dengan narasumber penggiat literasi. Mereka terdiri dari editor, pengarang buku, pengiat komunitas literasi dan BCA sebagai salah satu penyelenggara gerakan donasi Buku Untuk Indonesia.

Bersama Butet Manurung - penggiat sekolah Rimba
Bersama Saur Marlina Manurung a.k.a Butet Manurung
img_2842-1
Narasumber bincang-bincang

Buku yang saya dan teman-teman baca, kemudian dapat disumbangkan untuk gerakan tersebut atau juga bisa menyumbang dalam bentuk uang tunai melalui link ini yang kemudian akan dibelikan buku bacaan untuk beberapa perpustakaan di daerah terpencil.

Senang rasanya bisa berbuat sesuatu, yang mungkin kecil artinya buat saya tetapi semoga bisa bermanfaat untuk yang lainnya.

Ayo mulai membaca setiap hari !

Farewell


the day finally arrived.

Seperti rangkaian perhiasan yang putus karena waktu seperti itulah rasanya beberapa hari ini. Berteman dalam kurun waktu yang cukup lama, akhirnya dia harus kembali dan mencari tempat kerja yang baru di negara lain. Selama 1 minggu terakhir, kami berbincang dengan cukup serius dengan bercampur rasa sedih. Masih ada selang waktu 3 hari kedepan sebelum akhirnya kami benar-benar harus berpisah dengan jarak yang berjauhan.

Teringat kembali beberapa tahun yang lalu, ketika dia datang sebagai salah satu tenaga kerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang kerja yang sama dengan saya. Tidak ada yang istimewa dibandingkan dengan pendahulunya dan saya tidak merasakan hal yang aneh ketika pertama kali bertemu.

“hi, my name is..”, itu adalah awal perkenalan kami pada saat dia datang ke lokasi kerja saya bersama dengan pendahulunya dan banyak yang harus kami pelajari agar bisa berkomunikasi dengan baik.

Beberapa kali bertemu karena pekerjaan membuat saya merasa cocok dan akhirnya kami merasa nyaman untuk Β berteman.

Saya menyebutnya teman pagi hari dan rasanya menyenangkan sekaligus menenangkan setelah bertukar kabar setiap pagi. Hanya berupa pesan singkat, walaupun kadangkala siang hari juga bertukar pesan mengenai pekerjaan yang tidak bisa saya kerjakan dan perlu saran darinya. Tidak semua masalah bisa diselesaikan, tetapi paling tidak saya mendapat masukan bagaimana seharusnya hal tersebut bisa diuraikan. Karena seperti katanya, I always ask him like he could help me everytime … Ya iyalah, apa guna dan manfaat dia jika tidak bisa membantu saya 😜Agree !

Sekali waktu kami pernah bertengkar cukup lama yang membuat saya selama 1 minggu absen bertukar pesan dan menghapus namanya dari daftar kontak. Waktu itu rasanya kesal, tapi setelah dipikirkan saat ini rasanya kekanakan sekali. Tidak teringat lagi mengapa kami bertengkar, tapi sejak itu kami tidak pernah melakukan hal yang menyebabkan kami tidak bertukar pesan pagi. Hahahahaha a moodbooster is more important than argue or fight…

Pesan pagi akan terhenti sejenak ketika kami tidak bekerja dan hari libur lebaran, karena memang pertemanan kami bermula dari hubungan kerja dan itu sesuai dengan jadwal kerja kami berdua. Kadang ada pengecualian yang biasa terjadi ketika kami berjauhan karena salah satu dari kami pergi berlibur di hari kerja.

Seperti pada tahun lalu, ketika saya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi di Yogyakarta selama 4hari dan dia juga sedang berlibur kesalah satu tempat di Indonesia. Kami hanya saling memberi kabar bahwa semua baik dan  balik bekerja setelah liburan yang berarti pesan pagi akan kembali lagi ke jadwal semula 🌞😊

Hari ini, kami bertemu untuk terakhir kali sebelum dia pergi. Sedih iya..tapi kami tidak mau berlama-lama mengingat kesedihan. Makan, saling mendengarkan cerita dan tertawa bersama lebih berharga untuk dijadikan kenangan dibanding menangis 😊

Or do a funny thing like,

“If i miss you next week, how?”

“You can whatsapp and i’ll reply”

Hahaha πŸ€£πŸ˜‚

Good bye and good luck. Thanks for being my morning friend and wait me if there is a chance in future to visit yr new country 😞

The special day

Tiap tahun ada saja hari yang dianggap istimewa πŸ˜‚πŸ˜€

Mulai dari hari lahir, hari kelulusan, hari pertama kali bekerja, hari pertama terima gaji, hari jadian 😜…hari pernikahan sampai hari kematian orang yang kita sayangi ….

Kalau dihitung-hitung mungkin bisa lebih dari 30 hari dan itu tidak termasuk hari istimewa yang kadang terlupakan karena terlalu banyak πŸ˜‚

Tapi tahun ini, 2017 adalah tahun yang merupakan tahun dimana hari istimewa itu sangat terasa TERISTIMEWA 😊 karena tahun ini mama saya genap berusia 70 tahun dan alhamdulillah beliau masih diberi kesehatan yang baik.

 


Kali ini mama ingin merayakan ulang tahunnya dengan sedikit meriah bersama-sama dengan anak, menantu serta cucu-cucunya. Perayaan ulang tahun mengambil tempat di restaurant Seafood Rakyat Cipondoh, karena mama ingin makan bersama yang agak berbeda.

Kami memesan tempat untuk 12 orang dengan bermacam masakan seafood seperti kerang, kepiting, ikan, cumi-cumi serta sayuran hijau. Semua menikmati masakan yang ada dan tampak senang terutama mama yang terlihat gembira dikelilingi oleh anak, menantu serta cucu-cucunya.

Doa kami untuk mama tersayang, semoga selalu diberi kesehatan dan dapat menikmati hidup yang berbahagia bersama kami semua.

Selamat ulang tahun Mama yang ke-70 !

 

 

Bioskop berbisik

Jika kita menonton film di bioskop kita wajib diam bicara ketika film sudah dimulai, diam dalam arti tidak berbicara sama sekali karena akan mengganggu penonton lain dan juga ada peraturan terpampang dilayar bioskop.

Nah, bioskop berbisik adalah kebalikannya karena sebagai penonton kita boleh atau diwajibkan berbicara dengan suara pelan kepada penonton disebelah kitaπŸ˜‰

πŸ˜€πŸ˜€ itu kenyataan yang saya alami ketika menjadi salah satu relawan di acara bioskop berbisik yang diadakan di Galery Indonesia KayaΒ tahun lalu, tepatnya 25 April 2015 untuk para sahabat tunanetra.Β 

 

Dalam rangka menyambut hari Kartini, sahabat tunanetra bekerja sama dengan Kalyana Shira Films, Galeri Indonesia Kaya dan FencyΒ mengadakan acara menonton film karya anak bangsa dengan judul “Tanah Mama”. Para relawan akan dipasangkan dengan seorang tunanetra dan akan membisikan setiap adegan dan alur cerita kepada pasangannya. Ini agar mereka mengerti dan dapat merasakan emosi yang ada di dalam film yang diputar pada saat itu.Β 

 

Biasanya saya menonton film dengan membaca teks yang tertera pada bagian bawah layar sehingga apabila ada adegan bicara yang tidak dipahami bisa langsung diterjemahkan dan dimengerti secara kasat mata. Untuk para tunanetra, hal ini tidak dapat mereka kerjakan karena penglihatan mereka tidak sempurna. Tugas saya sebagai relawan adalah menceritakan gambar yang ada di layar dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pendengaran serta gambar sesuai .

Pada awalnya, saya merasakan tugas ini cukup mudah. Tetapi lama kelamaan tugas ini lumayan berat. Karena selain saya harus mendengarkan percakapan di film, saya juga harus menceritakan gambar bergerak di layar bioskop. Belum lagi film yang saat itu diputar begitu menyentuh hati saya sebagai perempuan. Resensi film ini bisa dilihat dibeberapa situs website untuk lebih jelasnya.

Campur aduk perasaan hati saya, bersyukur atas nikmat Allah untuk penglihatan….juga bersyukur bahwa kehidupan saya selama ini bahagia dibandingkan dengan apa yang dialami oleh perempuan dalam film tersebut.

Pada akhirnya, saya rasa bukan sahabat tunanetra yang mendapatkan kebahagiaan telah menonton film tersebut tetapi kami, para relawan juga mendapatkan pengalaman bathin yang tidak ternilai.Β 

 

Klise terdengar, tetapi itu yang saya alami.

Tahun ini bioskop berbisik akan hadir kembali pada tanggal 10 Januari 2016.Β 

Semoga relawan yang terlibat bisa lebih banyak dan merasakan apa yang saya rasakan tahun lalu…

Selamat menonton, berceritalah dengan berbisik …….

 

 

 

 

 

 

 

Buku untuk tunanetra

http://elexmedia.id/CSR/Books_for_Blind

KARENA BUKU TAK HANYA UNTUK KESENANGAN SENDIRI, TAPI JUGA BISA MENJADI JALAN BERBAGI

Dimulai dengan adanya poster di salah satu grup percakapan untuk acara pengetikan buku untuk tunanetra, akhirnya saya bersama dengan beberapa teman di komunitas Kelas Inspirasi Bogor (www.inspirasibogor.org)Β memutuskan untuk bergabung menjadi salah satu relawan di acara tersebut.

Acara tahun ini seru loh, karena bertepatan dengan Festival Pembaca Indonesia 2015

http://festivalpembacaindonesia.com/2015/11/25/books-for-the-blind/
Diadakan dalam 2 hari berturut-turut, tanggal 5 – 6 Desember 2015 yang terbagi 2 sesi pada tiap harinya.

Saya mengambil sesi 1 jam 10-12 dengan berbagai pertimbangan,

  • Hari pertama sesi 1 biasanya lebih sepi pengunjung sehingga proses pengetikan bisa lebih fokus
  • Hari Sabtu biasanya Comuter Line dan jalan raya lebih sepi dibandingkan hari Minggu
  • Yang terakhir… Bisa lebih leluasa menikmati FPI 2015 setelah acara pengetikan selesai ☺️😊

Pagi itu dimulai perjalanan dari stasiun Cilebut menuju stasiun Cawang menggunakan Comuter Line tujuan akhir stasiun Kota. Dilanjutkan menggunakan Trans Jakarta dengan pemberhentian halte Pancoran Barat.

Gedung Synthesis Tower lantai 7 menjadi tempat pengetikan.

FPI 2015 – ayomelancongblog.wordpress.com

 

Regitrasi di lobby dan mendapatkan pembatas buku unik dari pengelola gedung 😍

Selanjutnya menuju lantai pengetikan buku di booth Elexmedia. Sesi 1 akan berlangsung selama 2 jam yang akan diikuti oleh 20 orang relawan yang telah mendaftar sebelumnya.

Disyaratkan membawa laptop pribadi untuk pengetikan dan setiap relawan diberi 10 halaman naskah yang disediakan oleh Elex Media dan harus diketik ulang dalam program Microsoft Word.

Lokasi pengetikan ada diujung lantai 7 dan saya mendapat nomor 8 . Selama 2jam berikutnya para relawan dengan tekun dan fokus mulai mengetik, disarankan untuk memeriksa kembali setiap hasil ketikannya agar tidak terjadi kesalahan eja yang bisa menyebabkan kesalahan pada waktu dikonversikan ke dalam huruf braille

Setelah selesai, dokumen kemudian diserahkan kepada panitia untuk disimpan dalam flashdisk dan relawan diberi ucapan terima kasih dalam bentuk godie bag berisi buku dan sertifikat πŸ“šπŸ’“ Bahagia itu sederhanaaaaaaa πŸ˜πŸ’ƒπŸΏ


Jangan dipikir bahwa kegiatan usai dan pulang πŸ˜›

Ada banyak booth yang bisa dikunjungi di lantai yang sama. Dan mulailah kami, gerombolan penyuka buku, berkeliling πŸ“šπŸ‘„

Dimulai dengan booth _ceritabuku, blogger buku indonesia, my little women, buku berkaki, buqu dan masih banyak lagi.

Selain mengamati, kami, Ikha Sukma, Debby, Ica, mba Donna dan saya sibuk berfoto dan mengunduh sesuai S&K di tiap booth untuk mendapatkan hadiahhhhh … G R A T I S ….. πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜€

 

Foto sesuai S&K – ayomelancongblog.wordpress.com

Sesuai dengan tagline ‘Pergi bawa badan, pulang bawa segembol buku gratis ‘ πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

 

buku gratis bikin happy -ayomelancongblog.wordpress.com

 

Plus mendapat pernak pernik ciamik dari menang games, isi pertanyaan, dan sifat endorse πŸ˜‚πŸ˜€πŸ™πŸ»


Usai berkeliling, kami pulang kembali pada rutinitas semula tetapi kami bahagia bisa berbuat sesuatu hal kecil untuk membantu teman2 tunanetra.

Terima kasih untuk penyelenggara kegiatan Festival Pembaca Indonesia 2015 atas acaranya.

Saya tunggu di Bogor yaa ☺️😊😍

A Merchandiser

Sebenarnya tidak banyak yang tahu mengenai jenis pekerjaan ini, jika tidak berkecimpung di dunia garment.
Mereka hanya tahu jenis pekerjaan seperti tukang jahit πŸ˜πŸ˜€ yang kadang2 kita temui sewaktu hendak membuat baju atau permak di tukang jahit keliling

 

tukang permak keliling – ayomelancongblpg.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Padahal Indonesia adalah negara tempat dimana baju berlabel luar negeri diproduksi secara masal dan dikirim keluar negeri dengan label terkenal, semisal Esprit, HnM, Zara, Jack Wolf dan banyak lagi.

Nah… Jenis pekerjaan yang saat ini saya tekuni adalah sebagai seorang Merchandiser. Yaitu orang yang bertugas mengawasi keseluruhan produk yg dipesan dari mulai awal produksi sampai dengan pengiriman.

Kelihatan mudah karena hanya mengawasi saja, tetapi prosesnya ternyata cukup bikin pusing kepala.

Mulai dari membuat proto sample, menyelesaikan salesman sample, costing, order bahan baku, membuat jadwal produksi sampai dengan pengiriman.

Semua itu dibuat sesuai dengan jadwal pemesanan masing2 pembeli.

Diluar itu, juga masih harus berjibaku dengan pihak luar seperti suplier kain, asesoris, laundry, forwarder sampai dengan pembeli yang masing2 punya tingkat kesulitan yang berbeda.

Belum lagi dengan masalah keterlambatan bahan baku yg bisa disebabkan beberapa hal, seperti konfirmasi warna yang tdk sesuai sampai dengan masalah pembayaran.

 

jenis asesoris garment – ayomelancongblog.wordpress.com

 

Jika itu semua sudah siap, jangan dikira masalah sudah beres.

Hahaha..memastikan jadwal di produksi juga perlu pemikiran karena dalam 1 lokasi pabrik ada banyak model yg akan berjalan sehingga timetable sangat penting.

 

proses menjahit dalam pabrik garment – ayomelancongblog.wordpress.com

Eittts, masalah belum usai 😝😝

Perlu diperhatikan jika barang yg diproduksi perlu perlakuan khusus. Semisal dicuci utk kain denim *kita biasa kenal dg nama jeans, atau perlu diwarnai sesuai dg selera pembeli.

 

celana denim untuk proses cuci – ayomelancongblog.wordpress.com

 

Waktu untuk mencuci tidak sama dengan waktu mencuci di rumah tangga. Perlu waktu lama dan menghitung kapasitas pabrik cuci *laundry company serta jenis cuciannya

Untuk model sederhana seperti ini, perlu 5 hari untuk menjahit dengan jumlah +|-600 buah karena banyak detail jahitan di dalamnya. Dan perlu 1 minggu untuk mencuci πŸ˜“πŸ˜‚

 

http://www.gaastra.nl

Jangan bernafas lega dulu, karena masih ada proses finishing sebelum dapat lolos pengiriman ke luar negeri. Ada pemasangan kancing, hangtag, price label hingga polybag dan siap kirim. Juga perlu diseterika layaknya pakaian dirumah juga loh πŸ˜‚

 

bagian ironing – ayomelancongblog.wordpress.com

 

Kejutan belum usai, karena ada kemungkinan barang terlambat eksport karena tidak tepat waktu finishing atau tidak lolos inspeksi QC pembeli.

 

pemeriksaan quality – ayomelancongblog.wordpress.com

Hahaha.. Tidak sesederhana yang dibayangkan jika membeli baju di toko. Pilih yang disuka dan bayar dikasir.
Tetapi, pekerjaan ini sangat menarik karena membuat hidup lebih berwarna and Happy to do it !
Dedicated Β to all merchandiser, wish that Friday is not come so delivery can extend till next week.

 
Yeaiiiii 😊

A memorable journey

Hampir 2,5tahun berlalu sejak Bayu mengirimkan foto dirinya sedang berkunjung ke tempat yang mungkin akan terus diam dalam pikiranku, Baduy.
Tidak pernah terbersit bahwa aku bisa berkunjung kesana karena banyak alasan. Hahaha betulllll alasan yang akan muncul pasti bertumpuk, mulai dari biaya..waktu…ijin dan terakhir kemampuan fisik. Belum lagi mencari teman untuk menemani.

Keinginan itu harus dikubur dalam2 😞

Tapiiiiii

Allah Maha Mengetahui segala keinginan 😊

After an event with my comunity, Kelas Inspirasi Bogor 3, i got a new guy who stayed at Cilegon Serang and he has been visited there for couple times.

Yeaaaiiiii…i am coming Baduy !! πŸ’ƒπŸΏπŸ’ƒπŸΏπŸ’ƒπŸΏπŸ’ƒπŸΏ
Tidak ada rencana awal…hanya ide gila yang tiba2 ada di otak yang mungkin harus diisi ulang πŸ˜πŸ˜›

Membuat itinerary dadakan, mulai membaca blog yang bikin senewen setelah dipelajari, mulai latihan lari lagi setelah hampir 1bulan off…

dan mencari ransel di tumpukan barang2 tidak dipakai πŸ˜‚

Yang tersulit diantara semua persiapan adalah apakah dia bisa dijadikan teman perjalanan yang mengasyikan atau tidak…karena terus terang aku termasuk orang yang pemilih dalam hal berkawan…. πŸ˜‰ If i choose a friend, it will be forever no matter will be happen in future πŸ™πŸ»

But i choose and count on him

koleksi pribadi Ilham Maulana untuk ayomelancongblog.wordpress.com

 

Bolak balik berusaha mengatur waktu utk membereskan urusan kantor dan rumah tangga supaya bisa pergi ke Baduy akhirnya selesai sudah πŸ˜…

Perjalanan dimulai …

Jumat 06 Nov after office hours, melaju ke stasiun Cilebut utk mengejar kereta ke Tangerang karena tidak nyaman dengan alternatif terminal Kp. Rambutan atau Ciawi πŸ™Š

Dan ada kejadian yg cukup bikin senewen gegara lupa kalau hari itu ada janji dengan buyer tapi pakai sendal gunung ke kantor seharian karena malas ganti sepatu dan pakaian.. Walhasil harus cari pinjaman dan berasa i’m a stupid person πŸ€“

 

ayomelancongblog.wordpress.com

 

Perjalanan cukup lancar walau beberapa kali harus tarik napas dalam2 .. #am i crazy to go Baduy alone

Ga punya bayangan berapa lama harus menempuh perjalanan menuju basecamp di Cilegon #his brother house….

Ga berani tidur karena takut bablas sampai Merak πŸ˜›πŸ˜πŸ˜€ plus lagu dangdut yang ga bangetttt

He was there… Stand at bus stop 🚌 and i released my breath away ..

Pfuiihhh

Thanks a lot for his brother family hospitality so we, Icha, Wildan and me stayed for slept at that day. Wish all blessing to them πŸ˜‡

Pagi 07 November, perjalanan dimulai..

Kami berangkat menuju stasiun kereta Cilegon menuju Rangkas Bitung dg menggunakan angkutan umum. Hahaha he spoke with an unique languange..mix Javanesse or Sundanesse #i have no idea 😊

 

ayomelancongblog.wordpress.com

 

Tiket sudah ditangan and here we go 😘😘

 

ayomelancongblog.wordpress.com

 

Perjalanan berlanjut..menuju terminal ke Ciboleger menggunakan angkutan umum.

Kepagian sodara sodaraaaaa πŸ™ƒ

Elf nya harus tunggu beberapa lama untuk mulai berangkat 😝

Tidur adalah kegiatan selanjutnya karena lelah setelah sehari sebelumnya kurang istirahat 😴😴😴

Setelah urusan lapor melapor usai, dimulailah perjalanan yang tak kunjung usai tanjakan…turunan…kelokan…

ayomelancongblog.wordpress.com

Mungkin benar..semua harus diniatkan dari awal sehingga sesulit apapun bisa dilintasi πŸ˜…πŸ˜“

Hampir sore kami tiba di Baduy Dalam.

Hanya ucap syukur dalam hati bahwa akhirnya aku bisa sampai disini..sendiri !

Haahaha melow melanda sesaat but i’m not regret.

This is me time.. I deserve to have it !!

Hanya semalam kami menginap dan esok pagi harus dimulai perjalanan kembali ke kehidupan yang biasa dijalani.

Tapi perjalanan pulang lebih banyak dipenuhi dengan kegembiraan karena tujuan sudah dicapai 😊

 

ayomelancongblog.wordpress.com

 

Baduy…

Mungkin tempat ini akan menjadi salah satu tempat istimewa dalam perjalanan hidup aku.

Betapa suku Baduy bisa hidup damai tanpa dirasuki keinginan yang aneh2 seperti yang biasa masyarakat kota rasakan… Karier…gaji…gadget…jodoh.. πŸ˜‚

Bersahabat dengan lingkungan serta berusaha hidup seminimal mungkin #susah buat kita orang ‘kota’

Perjalanan kali ini tidak mudah bukan hanya karena keadaan lingkungan #no gojek but we walked almost 5hours…tapi
Me time !
Itu yang sulit diperoleh saat ini πŸ˜‘

Banyak kepentingan yang harus didahulukan dalam hidup sehari-hari..suami..anak2…ibu…pekerjaan…sehingga kadang2 me time harus dikesampingkan atau malah diletakkan pada skala 9 dari 10 πŸ˜–πŸ˜Ά

Tidak boleh mengeluh…tidak boleh sakit…tidak boleh ngambek lama2 ….

Sehingga rasanya perjalanan kali ini adalah sesuatu yang baru. Tidak ada yg kenal siapa Wita.. Jadi bebas untuk mengeluh capek atau bebas memilih jam istirahat tubuh sesuka hati.

I’m not complain at all.. But i’m happy when decided to went to Baduy.

Thanks for Bayu .. Icha & Wildan…

And u, Ilham Maulana